Health

Belajar dari COVID-19, BPOM Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Virus Nipah

Kota Padang (KABARIN) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah ke Indonesia, seiring merebaknya kasus virus mematikan tersebut di India dan sejumlah negara ASEAN. Ancaman ini dinilai serius karena menyangkut keselamatan masyarakat luas dan berpotensi mengganggu stabilitas kesehatan nasional.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyampaikan kekhawatiran tersebut saat berada di Kota Padang, Jumat. Ia menegaskan, virus Nipah menjadi perhatian khusus karena memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi dan berisiko menimbulkan krisis kesehatan baru bila tidak diantisipasi sejak dini.

“Kita mengkhawatirkan virus Nipah. Kita tahu virus ini sedang menyebar di India dan beberapa negara ASEAN,” kata Taruna.

Menurut Taruna, kekhawatiran semakin besar apabila virus Nipah terbukti menular dari manusia ke manusia secara luas. Dalam kondisi tersebut, penyebaran virus dapat berlangsung cepat dan menjadi ancaman nyata bagi kesehatan publik, bahkan berpotensi berkembang menjadi pandemi baru seperti COVID-19.

Ia menjelaskan, virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, dengan angka kematian berkisar antara 40 hingga 70 persen. Fakta ini menjadikan pencegahan sebagai langkah paling krusial untuk melindungi masyarakat dari risiko terburuk.

Virus Nipah diketahui berasal dari hewan, khususnya kelelawar pemakan buah. Penularan dapat terjadi ketika buah yang telah terkontaminasi virus dikonsumsi manusia, sehingga virus masuk ke tubuh dan menyerang sistem kekebalan.

“Ada juga data perpindahan virus ini dari manusia ke manusia melalui air liur,” ujarnya.

Menghadapi potensi ancaman tersebut, BPOM RI telah menyiapkan langkah antisipatif, salah satunya dengan mempermudah regulasi obat-obatan antivirus agar dapat segera digunakan jika terjadi keadaan darurat kesehatan.

Di sisi lain, BPOM juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. Langkah sederhana ini dinilai menjadi benteng pertama dalam mencegah penularan penyakit menular.

“Kita sudah punya pengalaman pandemi COVID-19 dan protapnya mirip-mirip dengan itulah,” kata Taruna.

Selain kesiapan regulasi dan edukasi masyarakat, BPOM juga mendorong penguatan pengawasan di wilayah perbatasan serta pintu-pintu masuk ke Indonesia. Skrining kesehatan di bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas diminta untuk dioptimalkan guna mencegah masuknya virus Nipah ke Tanah Air.

Upaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat Indonesia dari ancaman penyakit menular berbahaya, sekaligus memastikan negara lebih siap menghadapi potensi krisis kesehatan di masa depan.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: